Sabtu, 02 Januari 2016

IMF DAN WORLD BANK KELIRU TETAPKAN “SI ANAK DEWA” DALAM ACCOUNT KHUSUS


Posted on 


Sejak 2009 ada kelelahan di kalangan pengelola keuangan internasional untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk mengaktifkan sumber pendanaan alternatif bagi penyelamatan ekonomi manusia di planet bumi. Account yang terdapat dalam sistem tetap hidup dan berjalan sesuai mekanisme, tetapi tidak ada satupun yang tau dan paham siapa pemilik account khusus itu, serta bagaimana memanfaatkannya.
Keadaan itu menunculkan istilah account “white spiritual boy” yang bisa diartikan rekening anak dewa, karena tidak pernah tersentuh oleh manusia biasa. Kedua ada istilah account “the morning star”, yang bisa diartikan rekening bank milik putra sang fajar. Ketiga ada account ” spiritual wonder boy” yang bisa diartikan rekening anak ajaib.
Dari banyak penamaan account yang dirilis oleh The Committee 300 dibawah pengawasan IMF dan World awal abad millenium itu, hanya tiga nama account ini yang paling populer, seperti tersebut di atas. Melihat penamaannya, ada yang paling mendekati dengan istilah yang sering dilontarkan Bung Karno. Ia digelari oleh pengikutnya sebagai Putra Sang Fajar. Artinya, berdasarkan sejarah perjalanan collateral dunia, dimana Soekarno telah diserahi tugas untuk mengatur dan menyusun pencapaian tujuan apa yang disebut para raja-raja dunia sebagai Plan of the Expert tahun 1928, maka account itu secara de facto berkait dengan penamaan dan istilah yang dikembangkan walaupun siapa yang orang yang dimaksudkan bisa diterjemahkan kemudian.
Namun, jalan pintas yang dilakukan The Committee 300 dengan menetapkan siapa yang dimaksudkan dengan “anak dewa”, “anak ajaib”, dan siapa ” putra sang fajar” itu adalah menjadi kekeliruan yang sangat serius. Sebab penamaan itu harus mengandung konsekwensi logis berupa password, sandi-sandi, dan sistem dunia keuangan dan perbankan yang amat rumit dan boleh disebut berkemampuan bersifat di atas kemampuan sistem yang dibangun oleh manusia biasa.
Kebingungan itu memang terlihat ketika seorang teman penulis yang menjadi pengacara Gedung Putih berbicara via telepon dengan salah satu staf senior Gubernur Bank Indonesia tahun 2005. Diujung telepon terdengar sayup, bahwa ia dan teman-temannya di New York bingung dengan rekening klien nya yang terus bertambah nilai secara otomatis. Rekening yang dibicarakan adalah account milik orang Indonesia.
Penetapan HM Anthony Santiago Martin yang berbasis di Philipina sebagai pemilik ketiga nama  account tersebut di atas adalah kesalahan yang berkepanjangan karena bertentangan dengan sistem yang sedang berjalan selama berabad-abad. Kenapa orang Indonesia tidak dipilih untuk itu, padahal garis keturunannya amat jelas, bahwa kerajaan Nusantara yang berbasis di Jawa berkait erat dengan kerajaan Nabi Sulaiman atau The King of Solomon, yang dikembangkan oleh Ratu Bilqis (Ratu Saba), istri Nabi Sulaiman yang paling cantik, paling cerdas, dan paling dipercaya untuk menyelamatkan keturunan dan harta kekayaannya.
Jika sejarah ini diluruskan, diharapkan tidak ada lagi sistem error dalam dunia perbank yanh selama ini banyak selama ini. Tetapi selama situasi ini dibiarkan berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebuntuan sistem bank. Uang terus mengalir masuk ke sistem bank secara besar-besar tetapi tidak memiliki energi untuk mengalir keluar. Inilah yang menjadi dasar kebingungan banyak kalangan pengelola ekonomi dan perbabkan dunia.
Ini merupakan kasalahan yang sama beratnya ketika kalangan Senator Amerika Serikat bersepakat untuk mendukung Dr Ray C. Dam sebagai figur penerus Harta Amanah Soekarno (HAS) dan Harta Amanah Dinasti (HAD) dan merekomendasikannya ke Gedung Putih untuk di dukung.
Nah ketika proses akhir, tetap saja akhirnya Dr Ray C. Dam berkeliaran di Indonesia untuk mencari sosok manusia yang dimintakan password dan sandi lainnya untuk melakukan proses demi proses. Pola ini menurut penulis sebuah “kerakusan” yang amat menyengsarakan bagi nasib umat manusia dalam jangka panjang. ******
sumber: 
http://safarians.net/2015/12/30/imf-dan-world-bank-keliru-tetapkan-si-anak-dewa-dalam-account-khusus/

1 komentar:

  1. Semoga kelak menjadi kesejahteraan bersama dari harta tersebut.

    BalasHapus

MOHON ISI ID DAN ATAU BERKOMENTAR SEBELUM COPY PASTE

PEDOMAN PENYAMPAIAN VOUCHER M1 DI LUAR INDONESIA

Kita yang ingin berpartisipasi dalam mendukung Indonesia pada 17-8-2017, bisa. Untuk mendukung Indonesia, kita juga bisa membawa Vouche...