Sabtu, 02 Januari 2016

KEUANGAN DONALD TRUMP BERKAIT HARTA AMANAH SOEKARNO..?

Posted on 

Diam-diam calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik patut diduga memiliki keterkaitannya Harta Amanah Soekarno (HAS) melalui account khusus di Federal Reserve (Fed). Sayangnya uang yang berputar tidak sesuai dengan harapannya, karena bisa masuk tetapi sulit untuk keluar. Akibatnya cash flow Donald Trump pasti terganggu.
Menurut sumber yang layak di percaya, memang area real estate dan property yang dijalankan oleh Donald Trump di New York berkait dengan kepemilikan yang berhubungan dengan aset bank besar yang berasal dari tanah Jawa, yakni The Javasche Bank. Bank besar yang berkembang di era penjajahan Belanda di Batavia. Bank yang kemudian berubah nama setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya tahun 1945. Posisi aset tanah di New York kembali menjadi aset The Javasche Bank yang saham-saham dimiliki oleh keluarga kerjaan Nusantara di tanah Jawa, termasuk VOC di Belanda.
Selain Donald Trump, ada pengusaha lain yang juga berkait dengan account khusus di Fed, yakni pengusaha Timur Tengah Adnan Khashoggi yang menitipkan uangnya pada account khusus di Fed. Karena sistem perputaran uang di account khusus memiliki fasilitas hak imunitas khusus dan tidak terjemah oleh otoritas jasa keuangan dunia manapun, maka menyimpan uang dalam account khusus di Fed sangat menarik. Tetapi kini, mereka membutuhkan agar uangnya kembali bisa digunakan, ternyata sosok yang bisa membuka account ini hingga kini belum diketemukan.
Account khusus semacam ini di Fed bukanlah sangat istimewa sebenarnya. Sebab setiap bank sentral di negara manapun, memiliki fasilitas khusus berupa account khusus serupa dengan label “loan support government account” yang bisa dimiliki oleh kelompok VVIP pada sebuah negara. Sistem kerja account ini bersifat buka dan tutup (open and close). Dibuka ketika uang akan masuk dan setelah itu ditutup kembali. Namun daya kerja account khusus di Fed sangat berbeda, karena nilainya uang yang tersimpan memiliki nilai yang tidak terhingga sampai kini. Dan tak ada satu pun kalkulator di planet bumi yang mampu menuliskan seluruh angkanya. Konon kabarnya digitnya saja melebihi 50 digit. Sangat fantastis dan “sulit dicerna akal sehat sekarang”, tapi itu nyata.
Tentu saja Donald Trump akan sukses maju sebagai calon Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama, jika uangnya di account khusus di Fed berhasil ia cairkan. Karena dana Donald Trump di account khusus tersebut lebih dari cukup untuk sekedar membiayai kampanye kawan baik Harry Tanu Soedibyo–Bos MMC Group–yang kini berkait dengan tergusurnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dimana ia hadir dalam kampenye Donald Trump setelah mereka rapat di kantornya di Amerika Serikat.
Masih banyak pengusaha kelas kakap dunia masuk dalam lingkaran harta yang berhubungan dengan aset dan kolateral dari kerajaan Nasantara yang kini juga sedang berjalan. Diantaranya raja tambang dunia Rio Tinto, bos CNN dan raja media massa Rupert Murdoch, dan sebagainya. Bahkan konglomerat Indonesia dan dunia banyak kayak mendadak dan sekaligus besar dengan menggunakan aset dan kolateral kerajaan Nusantara yang dikelola dengan baik oleh fund manager dunia. Tapi sayang, pemerintah Indonesia sejak dulu hingga kini lebih percaya pinjam ke IMF, Bank Dunia, ADB, dan sebagainya daripada bekerjasama dengan pemilik aset kerajaan Nusantara. *****
sumber: http://safarians.net/2015/12/30/keuangan-donald-trump-berkait-harta-amanah-soekarno/

3 komentar:

  1. Semoga sukses utk kita semua, khususnya bangsa Indonesia yang sedang terpuruk di sgl bidang

    BalasHapus
  2. Semoga sukses utk kita semua, khususnya bangsa Indonesia yang sedang terpuruk di sgl bidang

    BalasHapus
  3. Allohhuakbar
    Lembaga sumur bandung kawasrn nuswantoro , sinar kejayaan RI

    BalasHapus

MOHON ISI ID DAN ATAU BERKOMENTAR SEBELUM COPY PASTE

PEDOMAN PENYAMPAIAN VOUCHER M1 DI LUAR INDONESIA

Kita yang ingin berpartisipasi dalam mendukung Indonesia pada 17-8-2017, bisa. Untuk mendukung Indonesia, kita juga bisa membawa Vouche...