Selasa, 09 Agustus 2016

Haris Baginda: UN Swissindo Berhenti Aksi Jika BI dan OJK Sudah "Buka Mulut"




MAKASSAR - KOMANDOPLUS : 

UN Swissindo Sulsel menantang pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menguji kebenaran dan legalitas dokumen pembebasan beban utang rakyat Indonesia yang dimiliki UN Swissindo yang copy scan-nya telah disebar luaskan ke pejabat pemerintahan, TNI dan Kepolisian, pihak nasabah debitur, kalangan perbankan dan perusahaan leasing maupun masyarakat umum.

Terkait aksi damai atas 'diamnya' pihak BI dan OJK terhadap tuntutan UN Swissindo, auditor External UN Swissindo Sulsel, Haris Baginda, menyatakan UN Swissindo akan segera mengakhiri aksi demonya jika pihak BI dan OJK sudah secara resmi mengambil keputusan tentang dokumen UN Swissindo soal legal atau ilegalnya.

"Kami UN Swissindo segera berhenti melakukan aksi demo jika Bank Indonesia dan OJK sudah menyatakan kesimpulannya tentang dokumen yang diajukan oleh UN Swissindo dan menjelaskannya kepada masyarakat, apakah benar atau tidak. Jika dokumen UN Swissindo adalah benar maka segera realisasikan penghapusan beban utang rakyat itu sebelum kantor bank diduduki oleh rakyat. Tetapi kalau dokumen UN Swissindo ternyata tidak benar, maka ranahnya ke kepolisian. Silakan laporkan UN Swissindo ke kepolisian," tantang Haris baginda saat menggelar aksi damai di depan kantor wilayah bank CIMB Niaga di jalan Ahmad Yani Makassar, Selasa (09/08/2016).

Selain itu, Haris Baginda juga berjanji akan menurunkan jumlah massa yang lebih besar jika pihak BI dan OJK tetap bersikap tutup mulut meski senantiasa tetap menghindari terjadinya aksi anarkis pada setiap aksinya.

Sebelumnya diberitakan, UN Swissindo mengklaim selaku account owner Sertifikat Bank Indonesia (SBI) telah menitip dananya di Bank Indonesia dan 6 Prime Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, Lippo Grup/Cimb, Damamon) senilai US$ 6.1 triliun dengan masing-masing nomor account 5625534534 (Bank BCA), 9930884433 (Bank Danamon), 903988487 (Bank Mandiri), 2817265352 (Bank BNI), 23413273663 (Bank BRI), 2342998377 (Bank LIPPO GROUP) sesuai Safe Keeping Receipt Nomor: 0126/BI-SKR/XI/2012. Dana-dana dengan nilai yang fantastis itu telah dilepaskan untuk pembebasan beban utang anggota TNI/POLRI dan rakyat Indonesia sejak 4 Februari 2016.



Didi Ariyadi (tengah)

Pimpinan BI Perwakilan Sulsel, Didi Ariyadi, yang pernah ditemui sebelumnya mengaku tidak tahu soal keberadaan UN Swissindo. Menurutnya, lembaga UN Swissindo itu adalah sesuatu yang baru bagi dirinya. 

Kepada wartawan, dia mengatakan jika UN Swissindo sebagai pemegang SBI, hendaknya mempertanyakan di bank mana uangnya tersebut dimasukkan dan siapa yang menerbitkan SBI itu, kalau BI Pusat yang menerbitkan SBI harusnya ditanya ke pihak BI Pusat bukan di BI cabang. 

Selain Haris baginda, turut hadir dalam aksi damai tersebut yakni Kordinator La Ceni Kalean, Sekretaris Muh. Akmal, dan Bendahara Nurkhadijah diikuti sedikitnya tujuh puluh orang peserta aksi. (*)

Laporan: Sambar.
Editor: Iskandar.

source : 

1 komentar:

MOHON ISI ID DAN ATAU BERKOMENTAR SEBELUM COPY PASTE

PEDOMAN PENYAMPAIAN VOUCHER M1 DI LUAR INDONESIA

Kita yang ingin berpartisipasi dalam mendukung Indonesia pada 17-8-2017, bisa. Untuk mendukung Indonesia, kita juga bisa membawa Vouche...